fbpx

Penyebab Sering Lupa dan Cara Mengatasinya

Bagikan Artikel ini:

Penyebab Sering Lupa dan Cara Mengatasinya

Aladin Sehat – Penyebab Sering Lupa – Lupa? mungkin menjadi alasan yang sangat sering kita dengar bagi masyarakat. Lupa siapa orang yang tidak pernah mengalami ini. Dalam study kasus menjelaskan bahkan semua orang di dunia ini tidak akan lepas dari masalah seperti ini.Lupa tidak memandang apapun, dari anak-anak, orang dewasa, lanjut usia. Itulah sangat wajar.

Lupa merupakan kehilangan kemampuan daya ingat untuk menyebut atau memproduksi kembali semua yang telah kita pelajari. Pakar psikologi mengatakan bahwa lupa merupakan ketidakmampuan dalam mengingat daya pikir yang telah sebelumnya kita kerjakan atau telah dialami. Jadi dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa lupa buakanlah sebuah peristiwa hilang item informasi dari akal kita namun ketidakmampuan mengingatnya yang lemah menyebabkan orang lupa.

Penyebab Sering Lupa

Kita sudah tahu kan dari definisi lupa dengan penjelasan diatas? Untuk itu supaya kita menambah ilmu danĀ  mengurangi hal pelupa, disini Dokter Aladin akan mengupas secara tuntas Penyebab Sering Lupa dan Cara Mengatasinya. Dari itu bacalah artikel ini sampai selesai, agar anda terbebas dari yang namanya lupa.

Teori Yang Berkembang tentang Lupa

Banyak sekali pakar-pakar Psikologi yang mengartikanĀ  arti lupa ini, namun kali ini dokter Aladin hanya membahas teori tentang Lupa yang disampaikan oleh Irwanto dalam bukunya yang berjudul Psikologi Umum. Menurut Irwanto artian lupa memiliki teori sebagai berikut:

1. Interference theory atau Teori Gangguan

Terjadinya lupa dapat disebabkan karena:

  1. Terjadinya penumpukan memori.
  2. Terpengaruhnya atau tercampurnya informasi yang satu dengan informasi yang lainya.

Terpengaruh atau tercampurnya informasi dapat dibedakkan menjadi dua, yaitu:

  • Interferensi retroaktif

Informasi yang baru menyebabkan susahnya kita mengingat informasi yang lama. Didalam kepengaruhan Interferensi retroaktif terdapat adanya sistem tumpang tindih ingatan, dimana otak akan lebih merespon data yang baru dibandingkan denga dat yang lama. Namun itu tidak menyebabkan hilangnya data lama melainkan hanya kecenderuangan otak yang pro terhadap data yang baru.

  • Interferensi proaktif

Dimana informasi yang sudah tersimpan di memori jangka panjang mempersulit masuknya informasi yang baru. Dalam Hal ini adalah kebalikannya dari retroaktif, gangguan seperti ini layaknya otak yang sudah terisi dengan data-data lama kontra terhadap data yang baru. Masala seperti ini bisa dialami oleh orang-orang yang kehidupannya cenderung apatis, cenderung menutup diri dan tidak memperdulikan orang lain.

2. Decay theory atau Kerusakan

Teori ini beranggapan bahwa memori akan semakin aus dengan berlangsungnya waktu bila tidak diulang kembali (rehearsal). Atau secara sedehananya kita akan lupa bila kita tidak mengingat-ingat atau mengulang kembali sesuatu. Dalam teori ini sangatlah dapat diartikan dengan orang yang mudah lupa dikarenakan respon otak yang cenderung pasif jika tidak adanya kemauan seseorang untuk terus mengulangi apa yang ia kerjakan.

3. Retrieval failure atau Kegagalan

Teori ini beranggapan bahwa Penyebab Sering Lupa atau kegagalan mengingat disebabkan karena kurang memadainya petunjuk. Petunjuk disini dapat Dokter Aladin tafsirkan bahwa kurangnya asupan-asupan makanan yang meningkatkan daya ingat, dengan daya ingat yang kuat maka hormon yang ada pada otak tersebur akan memberikan petunjuk secara cepat pada data di otak kita.

4. Motivated forgetting Atau Termotivasi untuk Lupa

Menurut teori ini, hal-hal yang tidak menyenangkan cendrung untuk dilupakan. Orang yang seperti ini cenderung orang yang sangat ceria, dan tidak memikirkan apa yang telah ia alami dalam keadaan buruknya. Motivasi yang penuh dalam dirinya merangsang hormon didalam otak untuk tidak mengeluarkan data-data akan kepedihan yang pernah ia alami.

5. Gangguan Fisiologis

Gangguan fisiologis adalah gangguan secara fisik yang disebabkan oleh ke cacatan ataupun rusaknya jaringan otak yang menghapus semua datqa yang asda pada otak. Hal sepert ini serig disebut dengan Amnesia. Amnesia merupakan suatu hal yang berdampak sangat buruk, kemungkinan dia akan mengingatnya pun hanya berkisar 10-40%. Namun jika amnesia itu tidak terlalu parah maka dengan seirung berjalannya waktu sel jaringan dalam otak yang mati akan terangsang kembali, mungkin memakan waktu bertahun-tahun dengan berbagai tahapan.

Cara Mengatasi Lupa

1. Istirahat Dengan Cukup

Mengatasi Lupa dengan cara istirahat yang cukup sangatlah dianjurkan dikarenakan otak yang terus-terusan beraktifitas sangatlah tidak baik dan akan berdampak buruk kepada anda.

2. Hindari Stress

Stress bisa saja menggangu sekali bagi kinerja otak anda, hal ini akan berdampak buruk ketika jaringan-jaringan didalam otak akan tegang dan menimbulkan gangguan pada jaringan yang

3. Mengkonsumsi Makanan Bervitamin

Menjaga pola makan juga berpengaruh pada kestabilan dalam otak bekerja, namun yang dibutuhkan ialah makanan yang mengandung vitamin.

4. Banyak Meminum Air Putih

Hal ini sudah diteliti bahwa orang yang kurang dalam minum air putih maka kecenderungan ia akan mengalami gagal fokus dan kurang berkonsentrasi sehingga menjadi Penyebab Sering Lupa, karena didalam otak juga memerlukan cairan-cairan yang dapat memperlancar sel-sel jaringan penguat daya ingat.

Sekian Artikel yang dapat Dokter Aladin sampaikan semoga bermanfaat dan bisa menjadikan asbab kesehatan pada diri anda. Terimakasih…

Baca Artikel Lainnya: Cara Mengatasi Kemandulan Pada Pria

Bagikan Artikel ini:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!