fbpx

Proses Kuret Lengkap Dengan Prosedur Dan Resikonya

Bagikan Artikel ini:

Prosedur Proses Kuret dan Resikonya

Kuret adalah alternatif yang dilakukan tindakan medis untuk membersihkan rahim dari sisa proses kehamilan. Rahim yang masih ada sisa proses kehamilan sangat rentan bila rahim terdapat kehamilan kembali. Sisa tersebut bisa mempengaruhi kehamilan  nanti. Bisa saja sisa proses kehamilan  menyebabkan gangguan janin, rahim bermasalah serta menyebabkan keguguran kembali.Maka dari itu sangat pentingnya sekali yang namanya Proses Kuret.Apakah Anda tahu bagaimana prosedur proses kuret?Jika anda penasaran simaklah penjelasan berikut.

Prosedur Proses Kuret

Banyak orang tidak mengetahui prosedur proses kuret yang dilakukan untuk mengeluarkan sisa jaringan dari kehamilan. Kurangnya pengetahuan tindakan kuret membuat masyarakat takut melakukan kuret . Ini membuat mereka yang dianjurkan melakukan tindakan kuret tak mau melakukan kuret. Padahal bila rahim belum bersih, tindakan kuret sangat dibutuhkan untuk menghindari  komplikasi yang terjadi akibat sisa kehamilan . Proses kuret saat ini semakin berkembang dibanding sebelumnya. Dulu tindakan kuret tak menggunakan anestesi, namun saat ini tindakan anestesi dapat dilakukan untuk menghilangkan sakit.Prosedur ini bisa menggunakan instrumen seperti sendok kecil atau alat hisap (suction). Kadang-kadang sebelum kuret dibutuhkan dilatasi atau membuka leher rahim sehingga alat yang digunakan untuk kuret dapat masuk dengan mudah. Dilatasi leher rahim dapat dilakukan dengan batang laminaria atau dengan pemberian obat.

Proses-Kuret-Lengkap-Dengan-Prosedur-Dan-Resikonya

Mengapa Kuret harus dilakukan

Karena Kuret bisa membantu menegakkan diagnosis beberapa gejala atau penyakit dibawah ini :

  • Perdarahan rahim yang tidak normal
  • Perdarahan yang terjadi setelah memasuki masa menopause
  • Dokter menemukan adanya sel dari lapisan dalam rahim (endometrium) yang tidak normal saat melakukan tindakan pap smear

Berikut adalah prosedur  melakukan tindakan kuret yang harus diketahui

1. Pembiusan

Tindakan pertama adalah melakukan tindakan anestesi ataupun pembiusan. Bius yang dipakai adalah bius total jadi pasien tidak akan merasakan kesakitan ketika kuret  dilakukan.Dekter akan memaksimalkan biusan sehingga rasa nyeri pun bisa saedikit di minimalisir,jadi anda tak perlu caemas.Pada saat kuret dokter akan membersihkan rahim dari janin yang sudah gugur dan membersihkan ari – ari janin termasuk sisa- sisa darah yang tertahan di dalam rahim. Proses kuret sendiri tidak lama kog, hanya berkisar 10  hingga 15 menit.

2. Posisi

Ibu yang dibius, akan diposisikan seperti orang akan melahirkan. Kedua kaki direnggangkan ke samping,dalam keadaan posisi tenang,karena efek pembiusan yang akan mempengaruhi beberapa menit.

3. Pembukaan Vagina

Tindakan selanjutnya yaitu dokter membuka vagina memakai alat bernama speculum. Dokter membuka vagina kemudian melihat keadaan leher rahim. Tapi pembukaan vagina berbeda dengan tanda-tanda ketika akan melahirkan.Pembukaan vagina dilakukan ini untuk membantu melebarkan leher rahim, mungkin dokter akan memasukkan laminaria (batang ramping) ke vagina  untuk melebarkan leher rahim secara perlahan atau Anda akan diberikan obat yang dapat melunakkan leher rahim, sehingga mudah untuk dilakukan pelebaran. Agar tidak merasa kesakitan, mungkin dokter akan memberikan obat yang membuat  mati rasa.

4. Penahanan Leher Rahim

Leher rahim ibu akan ditahan menggunakan klem, lalu pengukuran kedalaman serta sudut dari rahim akan dilakukan dokter menggunakan alat sonde. Supaya ketika dilakukan tindakan dilatasi alat tak bisa menembus rahim. Bila sampai menembus rahim efeknya sangat berbahaya infeksi bisa terjadi pada rahim.

5. Pemasukan Batang Silinder atau Dilatasi

Sesudah leher rahim ditahan, dokter memasukkan batang silinder bernama dilators. Mlai dari yang ukurannya terkecil hinggaleher rahim membuka selebar jari. Proses ini akan berlangsung 10 menit atau lebih. Bila kondisi ibu tidak dalam gawat darurat, proses dilatasi bisa secara perlahan memakai batang laminaria yang dimasukkan dalam leher rahim 8-20 jam sebelum  kuret dilakukan. Kelebihan batang ini bisa mengembang dan membuka leher rahim dengan perlahan.

6. Tindakan Kuret

Setelah pemasukan silinder berakhir barulah proses kuret dilakukan. Kuret menggunakan alat berupa sendok berukuran kecil. Sendok akan digunakan untuk mengeruk perlahan seluruh bagian dinding rahim hingga dinding rahim bersih. Proses kuret membutuhkan waktu selama 20 menit.

Efek Samping Kuret

Meski aman, tetap saja ada efek samping yang perlu diketahui ibu atau wanita yang melakukan tindakan kuret.Anda harus tahu bahwa ketika sudah menjalani proses kuret ada efek samping sebagai berikut:

1. Kram

Efek pertama yang akan dirasakan adalah ibu akan merasakan kram. Kram  biasanya terjadi di bawah perut dan rasanya seperti tanda kehamilan ataupun seperti akan menstruasi. Kram akan terjadi dan berlangsung  30 menit sampai 1 jam. Tapi ada ibu yang mengalami kram selama berhari-hari.Akan tetapi dapat terjadi lebih lama dari yang diperkirakan, seringkali muncul nyeri pada bulan-bulan selanjutnya, terutama pada waktu seharusnya terjadi menstruasi. Hal ini masih dalam batas normal dan dapat terjadi hingga 3 bulan paska kuret. Nyeri ini dapat anda coba kurangi dengan menggunakan pereda nyeri seperti ibuprofen atau asam mefenamat.

2. Spotting

Setelah  kuret, ibu biasanya mengalami spotting.spotting adalah perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak tetapi tidak berbahaya. Biasanya spotting ditandai daengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Perdarahan yang masih cukup deras dan berkepanjangan (3 minggu sudah termasuk terlalu lama) atau disertai adanya gumpalan-gumpalan darah
  • demam
  • nyeri berlebihan, termasuk nyeri tekan pada perut
  • cairan berbau dari vagina

3. Terlambat Menstruasi ataupun Cepat Menstruasi

Efek samping lainnya adalah wanita sehabis melakukan tindakan kuret mengalami terlambat menstruasi ataupun menstruasi datang lebih awal.Terlambat menstruasi ataupun cepat menstruasi biasanya ini disebabkan oleh hormon yang bekerja didalamnya.Menurut beberapa ahli haid/menstruasi akan muncul ketika sudah 3 minggu sampai 6 bulan lamanya.Apabila semakin lama tubuh menyesuaikan dengan hormon yang ada didalamnya maka akan semakin lam pula haid atau menstruasi terjadi.

Efek Mungkin Terjadi saat Kuret

Ibu yang tak dalam kondisi fit ataupun dalam kondisi gawat darurat dan melakukan kuret dia bisa mengalami komplikasi yang serius. Komplikasi serius itu harus mendapat penanganan dengan segera serta harus segera menghubungi pihak medis.

  1. Kematian mendadak karena pendarahan hebat
  2. Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal
  3. Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan
  4. Rahim yang sobek (Uterine Perforation)
  5. Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya
  6. Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita)
  7. Kanker indung telur (Ovarian Cancer)
  8. Kanker leher rahim (Cervical Cancer)
  9. Kanker hati (Liver Cancer)
  10. Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya
  11. Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic Pregnancy)
  12. Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease)
  13. Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis

Sangat simpelkan Prosedur kuret itu,tapi kita juga harus siap dengan resiko yang ditanggung.Apabila terjadi seperti pada artikel diatas ini saebaiknya anda periksakan ke dokter,jangan mengabaikannya.

Bagikan Artikel ini:
error: Content is protected !!