fbpx

Penyebab dan Bahaya Mendengkur Saat Tidur

Bagikan Artikel ini:

Penyebab dan Bahaya Mendengkur Saat Tidur. Mendengkur sudah menjadi hal lumrah dikalangan masyarakat, terlebih bagi mereka yang memiliki pekerjaan super sibuk dan melelahkan. Namun apakah kalian tahu jika mendengkur saat tidur bukanlah pertanda tidur terlalu pulas atau kelelahan ? Ya, meski mendengkur merupakan hal yang sudah umum terjadi dan sering dianggap sepele. Namun pada kenyataannya ada bahaya mendengkur saat tidur.

Penyebab dan Bahaya Mendengkur Saat Tidur

Mendengkur adalah suara yang keluar ketika terjadi gangguan di dalam saluran aliran udara yang melewati mulut bagian belakang dan hidung. Kondisi ini juga bisa dikatakan sebagai gangguan tidur, atau dalam istilah kedokteran disebut dengan sleep apnea. Dimana hal ini terjadi akibat penyempitan saluran pernafasan. Dalam beberapa kasus, gangguan ini bisa berakibat fatal bahkan bisa memicu terjadinya kematian.

Penyebab dan bahaya mendengkur saat tidur

Apa penyebab mendengkur ?

Mendengkur terjadi akibat terhambatnya udara yang melewati struktur saluran pernapasan ketika tidur. Secara umum, mendengkur juga bisa terjadi ketika jaringan lunak di langit-langit mulut, anak tekak, dan tenggorokan menjadi rileks. Saat kita mulai terlelap bagian lain yang juga mengalami getaran adalah saluran hidung, dasar lidah, dan tonsil. Otot dan jaringan yang berada didalam kondisi rileks inilah yang menyebabkan terganggu atau terhalangnya aliran udara yang lewat. Sehingga terjadilah getaran atau mendengkur.

Semakin sempit aliran udara, maka makin sulit juga udara melewati saluran pernapasan. Kondisi ini menyebabkan bertambahnya kekuatan aliran udara yang menghasilkan getaran atau suara dengkur makin kuat juga. Terdapat beberapa faktor yang berdampak kepada terganggunya aliran udara penyebab dengkur, yaitu:

  • Kurang tidur.
  • Merokok.
  • Posisi tidur telentang menyebabkan tenggorokan menyempit dan lidah turun ke bawah sehingga menghalangi aliran udara.
  • Adanya gangguan anatomi mulut. Misalnya memiliki langit-langit yang terlalu rendah, posisi rahang yang salah akibat otot yang tegang, dan tenggorokan yang menutup ketika tidur.
  • Usia. Semakin bertambahnya usia, semakin penurunkan kelenturan otot-otot dan jaringan dalam saluran aliran udara bagian atas. Sekitar sepertiga dari orang berusia 55 sampai 84 tahun mengalami kondisi ini.
  • Gangguan pada hidung. Misalnya penyumbatan yang parah atau sekat lubang hidung yang bengkok.
  • Saluran udara yang tersumbat sebagian. Misalnya akibat pilek atau alergi yang menyebabkan tonsil membesar.
  • Konsumsi minuman beralkohol.
  • Obat-obatan penenang yang membuat otot tenggorokan menjadi rileks.
  • Kelelahan.
  • Kelebihan berat badan (obesitas) yang menyebabkan banyaknya jaringan lemak di sekitar tenggorokan.
  • Mengalami Apnea tidur obstruksi. Dimana kondisi ini terjadi ketika jaringan yang ada di tenggorokan menghalangi sebagian atau seluruh aliran udara. sehingga mengganggu pernapasan.
  • Memiliki anggota keluarga yang mendengkur atau mengidap apnea tidur obstruksi.

Bahaya mendengkur saat tidur

Mendengkur dapat menyebabkan minimnya suplai oksigen keseluruh organ tubuh. Sehingga saat kondisi ini terjadi, maka fungsi dari organ tersebut akan bekerja dengan keras. Itulah yang menyebabkan mendengkur dalam jangka panjang bisa mengakibatkan berbagai penyakit berbahaya.

Berikut bahaya mendengkur saat tidur jika tidak segera ditangani.

1. Memicu terjadinya hipertensi

Bahaya mendengkur saat tidur yang pertama adalah bisa memicu terjadinya hipertensi. Hipertensi adalah suatu kondisi dimana kadar atau tekanan darah mengalami peningkatan dan melebihi batas normal. Menurut beberapa penelitian, membuktikan bahwa sleep apnea adalah salah satu penyebab utama dari hipertensi. Semakin parah sleep apnea, semakin berat pula peningkatan tekanan darah.

2. Kerusakan otak

Seorang peneliti memberikan gambaran pencitraan otak yang membuktikan kerusakan permanen pada otak penderita sleep apnea. Kerusakan ini terjadi pada bagian otak yang berfungsi sebagai pengontrol ingatan, emosi dan tekanan darah.

3. Stroke

Bahaya mendengkur saat tidur yang lainnya adalah dapat menyebabkan terjadinya stroke. Sleep apnea dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami stroke. Dimana hal ini disebabkan oleh peningkatan kekentalan darah pada penderita sleep apnea menjadi penyebab utama meningkatnya risiko stroke.

4. Obesitas

Gangguan metabolisme akibat proses tidur yang terpotong-potong menyebabkan penderitanya menjadi malas berolahraga. Hal ini pulalah yang menyebabkan seseorang yang memiliki gangguan saat tidur memiliki risiko mengalami obesitas.

5. Diabetes

Sleep apnea dapat mengganggu metabolisme hingga tubuh tidak mentoleransi glukosa dan juga resisten terhadap insulin. Diabetes tipe-2, juga salah satu penyebab angka kematian terbesar di dunia.

6. Memicu terjadinya gangguan jantung

Di Amerika, sleep apnea meningkatkan risiko denyut jantung tidak beraturan, penyakit jantung koroner, serangan jantung serta penyakit jantung kongestif. Sebuah penelitian pada tahun 2006 yang dilakukan dalam Journal of the Amerikan College og Cardiology menyebutkan bahwa. Sleep apnea bahkan mempengaruhi bentuk jantung seseorang. Jantung penderita sleep apnoea membengkak dan salah satu dindingnya mengalami penebalan, serta berkurangnya kemampuan memompa.

7. Mortalitas

Bahaya mendengkur saat tidur yang selanjutnya adalah memicu mortalitas. Mortalitas atau kematian merupakan dampak yang sangat fatal dari gangguan tidur. Menurut beberapa penelitian pada tahun 2008. Mengemukakan bahwa penderita sleep apnea (gangguan tidur) mempunyai risiko kematian lebih tinggi dibanding dengan mereka yang tidak mengalami mendengkur.

Selain beberapa bahaya mendengkur saat tidur diatas, mendengkur juga bisa menyebabkan bahaya lainnya. Seperti terhambatnya pertumbuhan organ seksual pada remaja, misalnya pada payudara wanita dan pada penis pria. Menurunkan libido seksual atau keinginan seksual dan menurunkan kemampuan seksual serta disfungsi ereksi. Dan terkadang menyebabkan sulitnya mengambil keputusan

Bagaimana cara menghentikan mendengkur saat tidur ?

Mengingat banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan dari mendengkur ini, maka ada baiknya jika kita bisa menghentikan kebiasaan buruk ini. Berikut ada beberapa cara yang bisa anda lakukan dalam menghentikan kebiasan mendengkur saat tidur ini. Di antaranya :

  • Ubah posisi tidur

Bagi anda yang sering mendengkur dan memiliki kebiasaan tidur dengan posisi terlentang ada baiknya mengubah posisi tersebut. Misalnya tidur dengan posisi penyamping.

  • Rajin berolahraga dan kurangi berat badan

Adanya lemak pada sekitaran leher, akan memberikan tekanan pada sistem pernapasan. Dimana ini penyebabkan pengurangan parsial dan mendengkur saat tidur. Jaringan leher oarang yang mengalami kelebihan berat badan biasanya tebal. Hal inilah yang memungkinkan munculnya risiko mendengkur saat tidur. Dengan menurunkan berat badan sekitar 10% saja sudah dapat membantu anda dalam menghentikan kebiasaan buruk tersebut.

  • Hindari mengkonsumsi minuman beralkohol atau obat penenang

Minuman beralkohol dan obat penenang dapat menekan sistem saraf pusat dan relaksasi otot-otot leher dan rahang. Yang membuat seseorang lebih memungkinkan mendengkur. Selain itu, mengkonsumsi minumana alkohol dan mengkonsumsi obat penenang juga meningkatkan risiko adanya penyakit jantung.

  • Berhenti merokok

Rokok dapat mengganggu sistem pernapasan yang akhirnya dapat menyebabkan seseorang mendengkur.

  • Mengatur jam tidur

Dengan tidur yang cukup, akan membantu anda dalam menghentikan kebiasaan buruk ini.

  • Berjemur dipagi hari

Banyak manfaat yang bisa anda dapatkan saat berjemur di bawah sinar matahari pagi. Sinar matahari dibutuhkan dalam proses pembentukan vitamin D yang tak hanya baik untuk kulit dan tulang. Tapi juga dapat mengurangi dengkuran saat anda tidur.

Demikianlah informasi yang bisa kami berikan mengenai penyebab dan bahaya mendengkur saat tidur. Semoga dengan adanya artikel ini bisa bermanfaar bagi anda.

Baca juga :

Bagikan Artikel ini:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!