fbpx

Penyakit Yang Disebabkan Oleh Bakteri Pada Sistem Reproduksi Pria

Bagikan Artikel ini:

Penyakit Sistem Reproduksi Pria Yang Disebabkan Oleh Bakteri

Sistem reproduksi pada manusia rentan terhadap penyakit, kelainan dan gangguan. Gejala tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Bisa saja disebabkan oleh tumor,  bakteri, virus, atau memang disfungsi organ reproduksi dikarenakan oleh hal-hal yang tak terduga. Seperti makanan atau zat kimia yang masuk dalam  tubuh manusia.Namun ada yang lebih bahaya dari itu semua yaitu penyakit yang diseabkan oleh bakteri.Penyakit sistem reproduksi pria yang disebabkan oleh bakteri  ini berbahaya jika tidak ditangani dengan serius.Apa saja sih bahaya dari penyakit ini?

Pada artikel ini akan dibahas mengenai Penyakit Yang Disebabkan Oleh Bakteri yang terjadi pada manusia terutama penyakit dan gangguan pada bagian organ reproduksi pria.

Macam Penyakit Yang Disebabkan Oleh Bakteri Pada Sistem Reproduksi Pria

Epididimitis

Merupakan infeksi yang biasa terjadi pada sistem reproduksi pria. Penyakit Yang Disebabkan Oleh Bakteri yang satu ini biasanya disebabkan oleh bakteri E. Coli juga Chlamydia.

Epididimistis merupakan saluran yang bergulung-bergulung menghubungkan antara testis juga vas deferens. Sedangkan vas deferens merupakan saluran sperma yang langsung menuju pintu keluar pada penis saat pria ejakulasi. Epididimis ini berfungsi untuk menyimpan serta membawa sperma.

Orang yang berganti pasangan dan melakukan hubungan seksual  tidak aman, dapat berisiko terinfeksi penyakit menular seksual. Bakteri penyebab PMS juga akan menyebabkan epididimitis. Faktor lain yang dapat meningkatkan risiko epididimitis adalah:

  • Pembesaran prostat.
  • Pernah infeksi prostat atau infeksi pada saluran kemih.
  • Pernah menjalani prosedur medis yang dapat memengaruhi saluran urine.
  • Pria belum disunat.
  • Letak anatomis saluran kemih yang tak normal.

Gejala Epididimitis

Pada gejala epididimitis ini akan timbul beberapa gejala diantaranya:

  • Demam bisa juga terjadi, meski cukup jarang
  • Nyeri pada testis, biasanya di salah satu satu sisi. Testis juga bisa terasa sakit saat disentuh.
  • Darah pada cairan sperma.
  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Muncul benjolan di sekitar testis yang disebabkan karena penumpukan cairan.
  • Nyeri saat ejakulasi atau berhubungan seksual.
  • Pembesaran kelenjar getah bening di pangkal paha.
  • Rasa tidak nyaman atau nyeri pada perut bagian bawah atau sekitar panggul.
  • Ujung penis mengeluarkan cairan tidak normal, biasanya terkait dengan penyakit menular seksual.
  • Sering ingin buang air kecil dan selalu merasa tidak tuntas.

Penanganan Penyakit Epididimitis

Pengobatan Epididimitis harus secara serius dan jangan dibiarkan,inilah beberapa cara penanganannya:

  • Obat pereda nyeri dan istirahat. Selain antibiotik, dokter mungkin juga akan meresepkan obat pereda nyeri. Penderita juga disarankan untuk beristirahat. Usahakan untuk berbaring di ranjang dengan skrotum terangkat untuk membantu meredakan nyeri. Gunakan penopang skrotum jika perlu. Kompres skrotum dengan kompres dingin.
  • Obat antibiotik. Jika penyebab epididimitis adalah infeksi bakteri, maka dokter akan meresepkan antibiotik. Selain antibiotik, ibuprofen mungkin akan diberikan untuk meredakan inflamasi.
  • Pembedahan. Jika sudah berlanjut menjadi abses, maka penderita perlu tindakan pembedahan untuk menyedot cairan nanah yang terkumpul. Kadang, seluruh bagian epididimis perlu diangkat melalui prosedur pembedahan.

Jika dengan cara diatas tidak sembuh maka harus berkonsultasi dengan dokter, dan jangan malu.Biasanya yang mimiliki penyakit Epididimistis ini sangat malu berkonsultasi dengan dokter.

Gonorhea

Penyakit ini sering disebut dengan kencing nanah. Penyakit Yang Disebabkan Oleh Bakteri Neisseria Gonorrheae. Ia ditularkan lewat prilaku seks yang bebas serta menyimpang. Gejalanya yaitu keluarnya cairan berwarna putih disertai dengan rasa yang nyeri saat buang air kecil.

Bakteri penyakit pada sistem reproduksi ini dapat menyerang dubur, serviks atau leher rahim, uretra atau saluran kencing dan sperma, mata, serta tenggorokan.

Bakteri gonore tak bisa bertahan hidup pada luar tubuh manusia untuk waktu lama. Itulah sebabnya gonore tak menular melalui dudukan toilet,  berbagi handuk, peralatan makan, kolam renang, berbagi gelas,  pelukan,dan ciuman.

Dokter biasanya akan memberi satu suntikan antibiotik dan satu tablet antibiotik saat mengobati gonore. Menganjurkan agar Anda kembali satu atau dua pekan sesudah pengobatan awal untuk pemeriksaan ulang serta memastikan bakteri gonore sudah hilang sepenuhnya.

Pada hampir sebagian besar kasus, dokter akan melakukan pengujian sampel cairan penis untuk kemudian diperiksa di laboratorium.Dokter mungkin akan memeriksa sampel urine pasien untuk kemudian diperiksa hasilnya di laboratorium. Pemeriksaan urine ini kurang akurat hasilnya pada pasien wanita. Selain itu, dokter mungkin juga akan mengambil sampel cairan yang keluar di ujung penis dengan menggunakan cotton bud.

Gejala Gonorhea

Gejala Gonorhea memiliki perbedaan dengan gejala Epididimitis,gejala yang ditimbulkan setelah terjangkit penyakit ini adalah:

  • Jika cairan yang terinfeksi mengenai mata maka bisa terjadi infeksi mata luar (konjungtivitis gonore).
    Bayi baru lahir bisa terinfeksi oleh gonore dari ibunya selama proses persalinan, sehingga terjadi pembengkakan pada kedua kelopak matanya dan dari matanya keluar nanah.
    Pada dewasa, bisa terjadi gejala yang sama, tetapi seringkali hanya 1 mata yang terkena.
    Jika infeksi ini tidak diobati bisa terjadi kebutaan.
  • Gejala awal biasanya timbul dalam waktu 2-7 hari setelah terinfeksi.
    Gejalanya berawal sebagai rasa tidak enak pada uretra, yang beberapa jam kemudian diikuti oleh nyeri ketika berkemih dan keluarnya nanah dari penis.
  • Penderita merasakan tidak nyaman di sekitar anusnya dan dari rektumnya keluar cairan. Daerah di sekitar anus tampak merah dan kasar, tinjanya terbungkus oleh lendir dan nanah.
    Pada pemeriksaan dengan anaskop akan tampak lendir dan cairan di dinding rektum penderita.
  • Melakukan hubungan seksual melalui mulut (oral sex) dengan seorang penderita gonore bias menyebabakn gonore pada tenggorokan (faringitis gonokokal).
    Biasanya infeksi ini tidak menimbulkan gejala, tetapi kadang menyebabkan nyeri tenggorokan dan gangguan menelan.
  • Penderita sering berkemih dan merasakan desakan untuk berkemih, yang semakin memburuk ketika penyakit ini menyebar ke uretra bagian atas. Lubang penis tampak merah dan membengkak.

Pengobatan Gonorhea

Gonorhea atau yang lebih dikenal dengan sebutan gonore biasanya diobati dengan suntikan tunggal seftriakson intramuskuler (melalui otot) atau dengan pemberian antibiotik per-oral (melalui mulut) selama 1 minggu (biasanya diberikan doksisiklin).

Jika gonore telah menyebar melalui aliran darah, biasanya penderita dirawat di rumah sakit dan mendapatkan antibiotik intravena (melalui pembuluh darah, infus).

Sifilis

Penyakit kelamin yang menyerang pria. Penyakit ini disebabkan bakteri treponema palladium dengan gejala luka yang terjadi pada kelamin, lidah, rectum, dan bibir, pembengkakan getah bening di bagian paha, bercak diseluruh tubuh, dan tulang juga sendi terasa nyeri ruam terutama di bagian tangan serta telapak kaki

Penularan sifilis dapat juga terjadi dari wanita yang hamil pada bayi yang dikandungnya. Kondisi ini dikenal dengan kongenital sifilis. Kematian bayi yang ada dalam kandungan bisa terjadi karena infeksi penyakit ini.

Bakteri ini tak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia. Infeksi penyakit ini tak dapat ditularkan dengan cara di bawah ini:

Menggunakan toilet yang sama.
Berbagi peralatan makan sama.
Memegang gagang pintu.
Berbagi kolam renang atau kamar mandi yang sama.

Ciri-ciri penyakit sipilis pada pria
Terdapat beberapa ciri-ciri penyakit sipilis pada pria yang harus anda ketahui,diantaranya:

  • Ada luka kerongkongan pada orang-orang melakukan oral sek, sehingga kerongkongan sering terasa sakit.
  • Nyeri ketika buang air kecil.
  • Keluarnya cairan atau kotoran dari penis laki-laki.
  • Nyeri pada daerah sekitar anus (hal ini terjadi pada orang-orang melakukan anal sex).
  • Bintik merah pada kulit. Timbulnya bersisik pada telapak tangan dan telapak kaki.
  • Urine (air kencing) berwarna cenderung gelap, feses berwarna terang.
  • Mata dan kulit cendrung berwarna kuning.
  • Timbulnya bentuk lepuh kecil pada daerah kelamin, dimana itu bisa berubah menjadi koreng.
  • Pembengkakan pada kelenjar limfe.
  • Timbulnya masalah demam dan nyeri, terkadang bisa timbul rasa sakit pada seluruh tubuh.
  • Munculnya gejala infeksi yang aneh, seperti rasa lelah yang tidak seharusnya (padahal tidak melakukan aktivitas      berat), keringat pada malam hari, dan berat badan cenderung menurun
  • Sering nyeri selama hubungan seksual
  •  Luka memerah tanpa rasa sakit pada daerah kelamin, anus, kerongkongan dan atau lidah.

Pengobatan Yang Dilakukan Pada Sifilis

Pengobatan yang dilakukan pada sifilis sangat mudah dengan memakai antibiotik. Biasanya dengan memakai suntikan penisilin. Jika tak diobati, sifilis dapat menjadi penyakit yang berbahaya dan juga bisa berujung pada kematian.

Penderita yang sedang ditangani untuk penyakit sifilis harus menghindari hubungan seksual jadi infeksi pada dirinya hilang. Pasangan seksual penderita sifilis harus diuji serta ada kemungkinan besar juga perlu diobat

Demikian artikel yang saya buat jika diantara anda memiliki gejala seperti yang diatas saya sarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter,sekian semoga bermanfaat.

Bagikan Artikel ini:
error: Content is protected !!