fbpx

Penyakit Pada Sistem Reproduksi Manusia

Bagikan Artikel ini:

Apa Saja Penyakit Reproduksi Manusia?

Apa kalian tahu apa itu  penyakit pada sistem Reproduksi Manusia? penyakit pada sistem reproduksi manusia adalah penyakit yang menyerang pada sistem reproduksi seperti pada wanita menyerang bagian vagina, dan pada laki laki menyerang pada bagian penis.

Penyakit Pada Sistem Reproduksi Manusia. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa alat reproduksi manusia tentu sangatlah penting untuk kelangsungan generasi penerus, karena tanpa adanya reproduksi maka manusia akan punah karena tidak adanya generasi penerus, sungguh mengerikan bila itu terjadi, oleh karenanya kita haruslah mengenal dan memahami apa apa saja gangguan penyakit pada sistem reproduksi manusia, sehingga jika kita sudah mengenal maka kita setidaknya bisa menghindar dan menjaga agar sistem reproduksi kita bisa selalu sehat.

Penyakit yang menyerang pada sisteme reproduksi sangatalah menyaitkan dan akan membuat malu orang yang terjangkit penyakit ini. Rasa nyeri pada alat vital yang disertai dengan keanehan seperti terdapatnya benjolan, gatal dan yang lainnya sangat sulit untuk disembuhkan.

Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia bisa disebabkan oleh, penyakit atau kelainan oleh sebagian aspek seperti virus maupun bakteri lewat jalinan hubungan seksual. Gangguan pada sistem reproduksi manusia dapat menyerang baik pria maupun wanita. Namun ada beberapa penyakit yang hanya menyerang pria atau wanita.

Penyakit Pada Sistem Reproduksi Manusia

Macam macam penyakit pada sistem reproduksi manusia

Berikut ini adalah penyakit pada sistem reproduksi pria:

1. Uretritis

Uretritis merupakan peradangan yang terjadi pada uretra dengan gejala rasa gatal pada penis dan sering buang air kecil. taukah sobat Organise yang paling sering menyebabkan uretritis adalah Chlamydia trachomatis , ureplasma urealytium atau virus herpes.Biasanya urertritis memeliki gejala yang lain seperti:

  • Mycoplasma genitaliu
  • mdenovirus
  • Sindrom Reiter
  • Uropathogenic Escherichia coli
  • Herpes simpleks.

Gejala pada pria terdapat dua cairan, yang pertama keluar bernanah menunjukan bahwa uretritis mengalami penyakit gonore, yang kedua keluar cairan bening yang menandakan bahwa uretritis non-gonokokal. Kedua carian tersebut keluar dengan rasa sakit.

Sedangkan Pada wanita sulit sekali untuk mendiagnosa sebab jarang mengeluarkan cairan seperti halnya pria, tetapi wanita juga tetap mengalami rasa sakit pada alat reproduksinya.

2. Prostatitis

Prostatitis merupakan peradangan yang terjadi pada prostat. hal ini di sebabkan bakteri. Seperti echerichia coli maupun bakteri lain. Prostatitis akan berkembang seacara bertahap (kronis) atau akan muncul secara tiba-tiba (akut). Jenis penyakit Prostatitis kronis biasanya sering terjadi dibandingkan dengan prostatitis akut, karen akan mengalami kambuh atau peningkatan penyakit setiap beberapa bulan. Meskipun jarang muncul prostatitis akut sebenarnya yang paling berbahaya karena harus membutuhkan penanganan yang serius.

Prostatitris dapat disebabkan oleh infeksi.Terdapat beberapa kondisi yang diduga bisa meningkatkan risiko Anda untuk mengalami prostatitis. Di antaranya meliputi:

  • Mengidap cedera pada panggul.
  • Mengalami dehidrasi.
  • Menggunakan kateter.
  • Memiliki struktur saluran kemih yang tidak normal.
  • Melakukan hubungan seks anal
  • . Prostatitis lebih sering terjadi pada remaja atau lansia.
  • Mengalami infeksi kandung atau saluran kemih.
  • Pernah mengalami prostatitis sebelumnya

3. Hipogonadisme

Hipogonadisme merupakan penurunan fungsi testis yang disebabkan oleh gangguan interaksi hormon, seperti hormon androgen dan hormon testoteron.
Pada Gangguan ini menyebabkan infertilitas ,impotensi dan tidak adanya tanda-tanda kepriaan. Penanganan dapat dilakukan dengan cara terapi hormon.

Yang menyebabkan terjadinya Hipogonadisme adalah terjadi akibat kelenjar seksual mengalami kerusakan. Meski dalam otakmengirimkan sinyal untuk memproduksi hormon seksual, tetap saja tidak bisa dikarenakan kerusakan kelenjar. Bebeberapa penyebab kerusakan pada kelenjar seksual yaitu:

  • Mengalami penyakit gangguan ginjal
  • Mengalami penyakit addison atau hipoparatiroidisme
  • Terjadinya gangguan Hati
  • Infeksi bearat pada alat reproduksi
  • Tingginya kadar zat besi darah
  • Posisi testis yang sama sekali tidak turun

Selain faktor kelenjar seksual yang tidak normal, kelenjar yang ada dalam otak yang disebut dengan hipofisis, tidak bisa mengirimkan sinyal terhadap kelenjar seksusual. Beberapa yang menyebabkan kelenjar hipofisis bermasalah adalah :

  • Kekurangan nutrisi dan penurunan berat badan secara drastis
  • Efek samping radiasi atau kemoterapi pada pengobatan kanker
  • Efek samping penggunaan steroid
  • Pertambahan usiaGangguan genetik
  • Gangguan hipofisis
  • Tumor yang muncul di dekat kelenjar hipofisis
  • Penyakit HIV dan AIDS
  • Penyakit histiositosis
  • Penyakit TBC atau tuberkulosis
  • Penyakit sarkoidosis
  • Cedera pada otak
  • Obesitas

Penyakit pada sistem Reproduksi Wanita Diantaranya:

1.Gangguan Menstruasi

Banyak sekali wanita yang menganggap sepele terhadap gangguan menstruasi ini. Perlu anda tahu bahwa menstruasi bisa menjadi sebab terserang penyakit sistem reproduksi. Taukah sobat genggaminternet.com bahwa gangguan menstruasi pada wanita dapat kita bedakan menjadi 2 jenis, yaitu :

Amenore primer
Gangguan ini terjadi karena Tidak terjadinya menstruasi sampai usia 17 tahun dengan atau tanpa perkembangan seksual. Hal seperti ini perlu berkonsultasi dengan dokter dikarenakan hal ini terjadi dengan keadaan hormon yang tak hilang dalam diri anda. Kelainan seperti ini mungkin membuat khawatir apalagi pada usia 17 tahun.
Amenore sekunder
Gangguan ini terjadi karena Tidak terjadi menstruasi selama 3-6 bulan atau lebih pada orang yang tengah mengalami siklus menstruasi. Anda merasa jika mengalami tidak menstruasi hingaga berbulan-bulan ini menjadi pertanda hamil. Tentunya tidak semua fakta begitu karena bisa saja anda terserang penyakit yang bernama amenore sekunder ini. Untuk lebih lanjutnya kami sarankan untuk segera ditangani dengan cepat.

2. Kanker genetalia

Kanker genitalia pada wanita terjadi pada bagian vagina, serviks, dan ovarium. Kanker vagina tidak diketahui apa penyebabnya karena penyebabnya adalah iritasi yang disebabkan oleh virus.

3. Kanker vagina

Taukah sobat hingga saat ini Kanker vagina belum di ketahui penyebabnya tetapi kemungkinan terjadi karena iritasi yang diantaranya di sebabkan oleh virus. Pengobatan antara lain dengan kemoterapi dan bedah laser.Beberapa tanda dan gejala umum kanker vagina adalah:

  • Rasa nyeri saat berhubungan intim dan buang air kecil.
  • Urine bercampur darah.
  • Perdarahan setelah menopause.
  • Sering buang air kecil.
  • Nyeri pada rongga panggul.
  • Muncul rasa gatal atau terdapat benjolan pada vagina.
  • Cairan keputihan yang mengandung darah dan berbau.
  • Perdarahan di luar siklus menstruasi, atau setelah berhubungan intim.
  • Konstipasi.

Beberapa hal yang meningkatkan risiko seseorang terkena kanker vagina, yaitu:

  • Mengidap ketidaknormalan sel pada vagina.
  • Perokok aktif.
  • Pernah mengidap kanker pada organ reproduksi.
  • Berganti-ganti pasangan.
  • Pernah menjalani prosedur histerektomi.
  • Terinfeksi HPV atau HIV
  • Melakukan hubungan intim pertama pada usia muda.

4. Kanker serviks

Kanker serviks merupakan keadaan di mana sel-sel abnormal tumbuh di seluruh lapisan epitel serviks.penanganannya dilakukan dengan mengangkat uterus,oviduk,ovarium,sepertiga bagian atas vagina dan kelenjar linfe panggul. Beberapa gejala yang menjadi ciri terserangnya kanker serviks:

  • Cairan yang keluar tanpa berhenti dari vagina dengan bau yang aneh atau berbeda dari biasanya,
  • berwarna merah muda, pucat, cokelat, atau mengandung dara
  • Rasa sakit tiap kali melakukan hubungan seksual.
  • Perubahan siklus menstruasi tanpa diketahui penyebabnya, misalnya menstruasi yang lebih dari 7 hari untuk 3 bulan atau lebih, atau pendarahan dalam jumlah yang sangat banyak.

Sekian Artikel yang dapat Kang Aladin sampaikan di Aladin Sehat. Jangan lupa baca artikel lainnya yang berjudul: Cara Asuhan Keperawatan Hernia Pada Bayi

Bagikan Artikel ini:
error: Content is protected !!