fbpx

Cara Asuhan Keperawatan Hernia Pada Bayi

Bagikan Artikel ini:

Apakah Hernia Pada Bayi?

Asuhan keperawatan hernia pada bayi harus segera dilakukan ketika gejalanya sudah muncul. Penyakit hernia itu sendiri lebih dikenal dengan turun berok yang merupakan penyakit akibat turunnya buah zakar seiring melemahnya lapisan otot dinding perut. Jenis penderita hernia memang kebanyakan laki-laki, terutama anak-anak. Hernia pada bayi itu sendiri dapat muncul di beberapa bagian tubuh, antara lain di pelipatan paha, umbilikus atau pusar, perut, sekat rongga dada, dan lainnya.

Benjolan hernia di lipatan paha. Biasanya akan timbul bila berdiri, batuk, bersin, mengejan atau mengangkat barang-barang berat. Benjolan itu akan hilang bila penderita berbaring. Tidak ada keluhan nyeri. Nyeri akan terasa bila isi hernia terjepit oleh cincin hernia yang mengakibatkan pembuluh darah disekitarnya terjepit. Terjepitnya isi hernia lebih sering terjadi pada usia kurang dari 2 tahun. Untuk info lebih jelasnya, simak saja asuhan keperawatan hernia pada bayi berikut ini.

Cara Asuhan Keperawatan Hernia Pada Bayi

Macam-macam Hernia Pada Bayi

Hernia muncu ketika bagian usus menonjo karena kelemahan pada otot peru. Penonjolan hernia yang lunak terlihat dibawah kulit perut dimana hernia terjadi. Pada anak biasanya muncul di sekitar pusar dan di daerah selangkangan atau skrotum.

Jenis hernia ada dua macam yaitu :

Hernia Umbilikal

Hernia ini biasanya terjadi dengan tanda-tanda benjolan pada sekitaran pusar atau yang disebut “pusar bodong” hernia umbikal lebih sering terjadi pada bayi dibandingkan hernia yang lainnya.Penyebab hernia umbikal adalah ketika bukaan pada otot perut menutup kadang-kadang bukaan itu tidak menutup seluruhnya, sehingga masih ada lubang yang sangat kecil. Lantas hal tersebut akan memicu lekukan usus yang yang bergerak dalam lubang pada otot perut tersebut disitulah terjadinya hernia umbilikal.

Hernia Inguianlis

Berbeda hal nya dengan hernia umbilikal, hernia ini menyerang pada kanalis inguinalis yang tak menutup sempurna. Ketika tidak menutup sempurna maka sebuah lekukan usus akan masuk ke dalam kanalis inguinalis melalui area didinding perut yang lemah bagian bawah, dan akan nampak benjolan. Hernia seperti ini oleh orang-orang sering dikenal dengan “turun berok”.

Gejala Hernia Pada Anak

Gejala-gejala seperti ini biasanya akan terjadi pada anak ketika mengalami penyakit yang disebut hernia :

  1. Peradangan pada area hernia
  2. Merasakan nyeri yang terus menerus
  3. Muntah
  4. Demam

Penyebab Hernia Pada Bayi

  • Kelemahan jaringan otot

faktor yang paling berpengaruh dalam penyakit ini adalah kelemahan jaringan otot pada bagian perut.Kelemahan jaringan otot yang dimanfaatkan oleh usu menjadikan usus tersebut menonjol keluar dan timbulah penyakit Hernia

  • Faktor Genetik

Penelitian para ahli mengemukakan bahwa hernia pada bayi seperti hernia umbilikal dapat terjadi karena gen atau keturunan. Jika Ayah atau ibunya mengalami hernia umbilikal maka anaknya juga akan mengalami hernia umbilikal.

  • Cacat bawaan

cacat bawaan mungkin sudah harusnya seperti itu dan juga faktor kurangnya asupan gizi dan kesehatan sang ibu terhadap bayi di masa kandungan menjadikan bayi cacat dengan adanya hernia.

Asuhan Keperawatan Hernia Pada Bayi

Asuhan atau cara keperawatan Hernia pada bayi harus segera dilakukan karena bahaya sekali apalagi terjadi pada bayi, karena akan sangat menyakitkan bayi tersebut.

1. Operasi

Sebelum anak berusia 1 tahun, biasanya belum dilakukan tindakan operasi. Karena lubang yang berupa saluran tersebut akan menutup sendiri mengikuti pertumbuhannya. Untuk itu, anda harus melakukan cara merawat bayi 0-6 bulan dengan tepat. Namun, jika setelah berusia satu tahun, lubang masih terbuka, dokter akan menganjurkan operasi. Karena ketika anak mulai berjalan dan beraktivitas, lubang tadi dapat terus membesar akibat dorongan terus-menerus. Akibatnya, tidak hanya cairan yang keluar, usus pun dapat keluar, sehingga berlanjut menjadi hernia.

2. Korset/Penyangga

Tidak semua hernia harus dioperasi. Bila masih dapat dimasukkan kembali, maka tindakan yang bisa dilakukan adalah menggunakan penyangga/ penunjang/ korset untuk mempertahankan isi hernia yang telah direposisi. Pada anak-anak atau bayi, reposisi spontan dapat terjadi karena cincin hernia pada anak lebih elastis. Bila sudah tidak dapat direposisi, maka satu-satunya tindakan yang harus dilakukan adalah dengan operasi. Pengguanaan alat penyangga bersifat sementara seperti pemakaian sabuk/korset pada hernia ventralis. Dilakukan reposisi postural pada pasien dengan Hernia inkaseata yang tidak menunjukkan gejala sistemik.

3. Mencegah Kekambuhan

Untuk mencegah terjadinya kekambuhan, hindarkan anak dari hal-hal yang memicu tekanan di dalam rongga perut. Misalnya batuk dan bersin yang kuat, konstipasi (sembelit), mengejan, serta mengangkat barang berat. Usahakan anak tidak mengejan kuat ketika buang air kecil atau besar.

Itulah ulasan terupdate mengenai cara asuhan keperawatan hernia pada bayi selengkapnya untuk anda. Semoga artikel tersebut bermanfaat dan dapat menjadi referensi bagi anda yang mencari informasi seputar penyakit pada sistem reproduksi manusia. Anda pun juga dapat mengetahui referensi lainnya di totalserve.biz yang menyajikan serangkaian informasi penting terupdate dan terpopuler paling lengkap.

Maka dari itu jangan sepelekan yang namanya hernia pada bayi, karena bisa fatal akibatnya dan bayi pun akan mnegalami kesakitan yang berlebih. Saya sarankan untuk Anda, bila hal ini terjadi pada bayi anda bisa langsung konsultasi dengan dokter. Jangan sampai hernia berkepanjangan dan timbul lagi.

Sekian Artikel yang dapat Kang Aladin sampaikan di Aladin Sehat. Jangan lupa baca artikel lainnya yang berjudul:Benarkah Cara Memutihkan Selangkangan Dengan Odol Berhasil

 

Bagikan Artikel ini:
error: Content is protected !!